BNI Kantongi DPK Rp 810,73 T per Desember 2023, Dana Murah Mendominasi

BNI Kantongi DPK Rp 810,73 T per Desember 2023, Dana Murah Mendominasi

Tarif baru tersebut hanya berlaku untuk cek saldo dan Tarik tunai di mesin ATM yang berbeda dengan bank tempat penerbitan kartu debitnya.

Bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menggalang dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 810,73 triliun per Desember 2023. Himpunan dana itu tumbuh 5,4% secara tahunan atau year on year (yoy), dan melampaui industri perbankan yang hanya tumbuh 3,8% yoy pada periode yang sama.

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan rasio dana murah atau current account savings account (CASA) terpantau kokoh di posisi 71,2%.

Dia juga menyampaikan https://38.180.106.158/ bahwa pihaknya tetap menjaga biaya bunga dana atau cost of fund (CoF) di era suku bunga tinggi pada level 2,2%.

“Tren kenaikan suku bunga acuan mempengaruhi biaya bunga dana (cost of fund/CoF) yang memang tengah mengalami tren peningkatan dan fenomena ini terjadi merata di industri perbankan. Namun di tengah kondisi tersebut, CoF dapat dijaga di kisaran 2,2%, secara struktural masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi di atas 3%,” kata Novita, dalam paparan kinerja BNI tahun 2023, Jumat (26/1/2024).

Kemudian Novita menyampaikan BNI dapat menjawab kebutuhan transaksi dari segmen business banking dan consumer oleh berbagai channel digital. Hal itu memberikan kontribusi pada peningkatan dana murah perusahaan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengungkapkan, terkait inisiatif digital, pihaknya melakukan berbagai inovasi pada setiap touch points pelanggan. Di tahun 2023, BNI Mobile Banking mencatatkan volume transaksi hingga Rp1.216 triliun atau tumbuh 52% YoY, dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 16 juta user.

“Pencapaian ini sejalan dengan strategi BNI untuk menjadikan BNI Mobile Banking sebagai One Stop Financial Solutions yang andal dan mampu menjawab berbagai kebutuhan layanan keuangan nasabah, mulai dari transaksi QRIS, pembelian pulsa, top up e-wallet, pembayaran tagihan bulanan, transfer ke dalam dan luar negeri, investasi, bahkan beyond banking experience,” jelas Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi.

Kinerja BNI Mobile Banking yang baik ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya BNI men-shifting transaksi nasabah ke arah digital, sehingga turut berkontribusi besar terhadap financial inclusion.

Selanjutnya, BNIDirect juga mampu menjadi salah satu penguat kinerja cash management yang pada tahun 2023 telah mencapai nilai transaksi sebesar Rp 6.926 triliun. Perseroan secara proaktif menyediakan fitur-fitur baru untuk terus meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.

Di samping itu, kami juga memiliki Ekosistem BNI Open API. Solusi ini telah menjadi yang terbaik di kelasnya dan telah mampu melibatkan lebih dari 4.000 mitra dengan total layanan mencapai 280 API.

Melalui BNI Open API, perseroan terus berupaya untuk menyediakan platform digital yang menjawab kebutuhan secara komprehensif, mengoptimalkan saluran mitra dalam menyediakan solusi keuangan yang terintegrasi dan seamless.

Pencapaian Digital Channel tersebut akan BNI lanjutkan di tahun ini dengan mengoptimalkan BNI Mobile Banking dan BNIDirect sebagai Champions Transactional Channel BNI.

“Kami berharap dapat memberikan personalisasi layanan dan meningkatkan pengalaman transaksi nasabah yang dapat menjadikan BNI sebagai Digital Channel utama pilihan nasabah,” ucapnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*